Training: Knowledge Management Planning and Implementation in Practice

IMG_0077

Knowledge Management adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisis, mengorgani-sasikan, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi. Fokus dari KM adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan.

Knowledge Management (KM) dapat didefiniskan sebagai satu set (himpunan) intervesi orang, proses dan tool (teknologi) untuk mendukung proses pembuatan, pembauran, penyebaran dan penerapan pengetahuan. Knowledge Management (KM) merupakan proses yang terus-menerus harus dilakukan sehingga proses tersebut akan menjadi satu budaya, dan akhirnya akan membentuk organisasi yang berbasis pada pengetahuan.

Cut Zurnali (2008) mengemukakan istilah knowledge management pertama sekali digunakan oleh Wiig pada tahun 1986, saat menulis buku pertamanya mengenai topik Knowledge Management Foundations yang dipublikasikan pada tahun 1993. Akhir-akhir ini, konsep knowledge management mendapat perhatian yang luas. Hal ini menyatakan secara tidak langsung proses pentransformasian informasi dan intellectual assets ke dalam nilai.

Knowledge management merupakan kekhu-susan organisasi (organization-specific), ketika perhatian dasarnya adalah ekploitasi dan pengembangan organizational knowledge assets kepada tujuan-tujuan organisasi selanjutnya. Knowledge management bukan merupakan sesuatu yang lebih baik (better things), tapi untuk mengetahui bagaimana mengerjakan sesuatu dengan lebih baik (things better).

Kegiatan Knowledge Management (KM) ini biasanya dikaitkan dengan tujuan organisasi semisal untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.

Pada umumnya, motivasi organisasi untuk menerapkan KM antara lain:

  • Membuat pengetahuan terkait pengem-bangan produk dan jasa menjadi tersedia dalam bentuk eksplisit
  • Mencapai siklus pengembangan produk baru yang lebih cepat
  • Memfasilitasi dan mengelola inovasi dan pembelajaran organisasi
  • Mendayaungkit keahlian orang-orang di seluruh penjuru organisasi
  • Meningkatkan keterhubungan jejaring antara pribadi internal dan juga eksternal
  • Mengelola lingkungan bisnis dan memungkinkan para karyawan untuk mendapatkan pengertian dan gagasan yang relevan terkait pekerjaan mereka
  • Mengelola modal intelektual dan aset intelektual di tempat kerja

Projek Knowledge Management (KM) dapat diklasifikasikan dalam beberapa tipe yaitu :

  • Mengumpulkan dan menggunakan ulang pengetahuan terstruktur. Pengetahuan sering tersimpan dalam beberapa bagian dari output yang dihasilkan perusahaan, seperti disain produk, proposal dan laporan projek, prosedur-prosedur yang sudah diimplementasikan dan terdokumentasikan dan kode-kode software yang mana semuanya dapat dipergunakan ulang untuk mengurangi waktu dan sumber yang diperlukan untuk membuatnya kembali.
  • Mengumpulkan dan berbagi pelajaran yang sudah dipelajari (lessons learned) dari praktek-praktek. Tipe projek ini mengumpulkan pengetahuan berasal dari
  • pengalaman yang harus diinterpretasikan dan diadopsi oleh user dalam kontek yang baru. Projek ini biasanya melibat-kan sharing pengetahuan atau pelajaran melalui database seperti lotus notes.
  • Mengidentifikasi sumber dan jaringan kepakaran. Projek ini bermaksud untuk menjadikan kepakaran lebih mudah terlihat dan mudah diakses. Dalam hal ini adalah untuk membuat fasilitas koneksi antara orang yang mengetahui pengetahuan dan orang yang membutuhkan pengetahuan.
  • Membuat struktur dan memetakan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan performansi. Projek ini memberikan pengaruh seperti pada proses pengembangan produk baru atau disain ulang proses bisnis dengam menjadikan lebih explisit atau terbuka dari pengetahuan yang diperlukan pada tahap-tahap tertentu.
  • Mengukur dan mengelola nilai ekonomis dari pengetahuan. Banyak perusahaan mempunyai aset intelektual yang terstuktur, seperti hak patent, copyright, software licenses dan database pelanggan. Dengan mengetahui semua aset-aset ini memungkinkan perusahaan untuk membuat revenue dan biaya untuk perusahaan.
  • Menyusun dan menyebarkan pengetahuan dari sumber-sumber external. Perubahan lingkungan bisnis yang cepat dan tidak menentu telah meningkatkan kepentingan dan kesungguhan pada business intelligence system. Dalam projek ini perusahaan berusaha mengumpulkan semua laporan dari luar yang berhubungan dengan bisnis. Dalam projek ini diperjukan editor dan analyst untuk menyusun dan memberikan konteks terhadap informasi-informasi yang diperoleh tersebut.

Pelatihan ini memberikan penjelasan perihal Knowledge Management (KM), bagaimana menyusunnya dan juga contoh-contohnya, serta yang akan lebih menarik yaitu KM Framework dipergunakan untuk menilai tingkat kesiapan terhadap KM dan juga model-model KM yang dapat diterapkan di organisasi.

Tujuan Pelatihan

  • Peserta dapat memahami dasar-dasar yang berkaitan dengan Knowledge Management (KM)
  • Peserta dapat memahami contoh-contoh penerapan KM di organisasi lainnya
  • Peserta dapat memahami KM Framework dan menjadikannya untuk menilai kesiapan organisasi terhadap KM
  • Peserta dapat memahami model-model KM yang diterapkan dan juga teknik-teknik pendukung KM
  • Peserta dapat memahami proses-proses penerapan KM di organisasi

Isi Materi Pelatihan

  • Pengantar dan pengertian Knowledge Management (KM)
  • Contoh-Contoh penerapan Knowledge Management (KM)
  • Proses-proses dalam Knowledge Management (KM)
  • Framework Knowledge Management (KM) dan elemen-elemennya
  • Penilaian tingkat kesiapan organisasi untuk Knowledge Management (KM)
  • Teknik dan tool pendukung Knowledge Management (KM)
  • Beberapa model Knowledge Management (KM) berbasis Pakar (Expert), Aset Utama, Produk, CoP, dan Projek
  • Proses penerapan Knowledge Management (KM)

Peserta Pelatihan

Pimpinan perusahaan, manajer, kepala kantor, petinggi politik, para legislatif, pengambil keputusan, penyusun strategi, dan siapa saja yang berkeinginan mendalami Knowledge Management (KM) untuk mengelola pengetahuan dan sumber-sumbernya secara komprehensif.

Lama Pelatihan : 2 Hari

Metoda Pelatihan

  • Pelatihan menampilkan bahasan-bahasan Knowledge Management (KM) serta diagram-diagram untuk memu-dahkan dalam pemahaman
  • Pelatihan meminta para peserta untuk melakukan eksplorasi penerapan Knowledge Management (KM) yang mungkin dapat diterapkan dalam organisasi
  • Pelatihan memberikan diskusi terbuka di antara instruktur dan peserta pelatihan terhadap penerapan Knowledge Management (KM) dan model-modelnya

Trainer : Ir. Moh. Haitan Rachman MT.
Biaya In-House Training : Kontak Kami

Similar posts

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CISA Review Course 2017

CISA Review Course 2017

Login

Arsip

Kategori